Kamis, 28 Februari 2013

Lokasi Terbaik Melihat Vampire di Indonesia

Kota Pontianak masuk dalam daftar The World’s Best Vampire-Spotting Locations oleh brand travel guide nomor satu di dunia, Lonely Planet.
Artikel yang ditulis oleh Tim Richards, salah satu penulis di Lonely Planet ini memuat lokasi-lokasi di seluruh dunia yang dapat dikunjungi untuk mempelajari lebih banyak tentang cerita-cerita makhluk drakula.
Kota Pontianak yang merupakan ibukota dari propinsi Kalimantan Barat berada dalam daftar bersama sembilan tempat lainnya, termasuk Bran Castle di Romania, museum yang dulunya adalah benteng tempat Vlad, pemimpin legendaris Wallachia yang terkenal akan reputasi haus darahnya, yang kemudian dijadikan inspirasi dalam cerita Bram Stoker’s Dracula.


Dalam artikel tersebut, Richards menyebut tentang “the undead manifestation of a woman who has died during childbirth” (jelmaan hidup dari perempuan yang meninggal saat melahirkan) yang bagi masyarakat Indonesia lebih dikenal dengan sebutan “kuntilanak”. Deskripsi makhluk tersebut oleh Richards tidak jauh berbeda dengan apa yang digambarkan oleh mitos-mitos dan film-film masa kini, yaitu seorang wanita cantik yang menarik laki-laki ke dalam kematian dengan mengeluarkan isi perut mereka dengan kukunya yang setajam silet.
Legenda kuntilanak memang merupakan salah satu cerita yang berhubungan erat dengan sejarah berdirinya kota Pontianak. Dikisahkan bahwa pendiri kota tersebut, Sultan Syarif Abdurrahman, mengusir kuntilanak saat pertama kali datang untuk mendirikan kerajaan.
Tiga lokasi cerita kontemporer terkenal tentang drakula juga masuk dalam daftar, yaitu kota Forks di USA (setting franchise novel dan film Twilight), lokasi-lokasi syuting serial TV “Buffy the Vampire Slayer” di Los Angeles, dan lokasi syuting True Blood di California. Artikel ini dapat dilihat di situs Lonelyplanet.com dan di buku Lonely Planet’s Best in Travel.
Written for Good News From Indonesia by Raisa Nabila

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Jangan Lupa Comment ya :) komenar anda sangat membangun